9 Gejala Pneumonia, Penyebab dan Pengobatan Pneumonia

9 Gejala Pneumonia, Penyebab dan              Pengobatan Pneumonia

Menurut data dari WHO, pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar pada anak-anak. Diperkirakan ada 1,1 juta anak di dunia yang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit pneumonia ini. Sementara itu, Indonesia menduduki peringkat ke 8 pada tingkat kematian anak-anak akibat dari penyakit pneumonia ini. Dan pada tahun 2008, pneumonia telah merenggut nyawa anak-anak sebanyak 38.000 jiwa. Lindungi anak-anak Anda dari penyakit pneumonia dan kenali gejala-gejala pneumonia dibawah ini!

Gejala Pneumonia

Gejala Pneumonia

Gejala dari penyakit pneumonia biasa muncul secara tiba-tiba atau secara perlahan-lahan dalam waktu beberapa hari.  Beberapa gejala yang muncul pada penderita pneumonia ialah:

Sakit Kepala

Gejala ini merupakan gejala yang paling umum yang dialami oleh penderita pneumonia pada usia anak-anak hingga dewasa. Ini terjadi karena kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh relatif kurang sehingga suplai oksigen ke otak juga tidak normal. Sebaiknya bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit ini segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter.

Mual dan Muntah

Kondisi ini biasanya muncul sebagai akibat dari penurunan nafsu makan yang dialami oleh penderita pneumonia. Ketika nafsu makan turun, maka lambung dan sistem pencernaan lainnya akan mengalami gangguan. Akibatnya,  Produksi asam lambung juga akan meningkat sehingga muncul rasa mual dan muntah.

Demam

Demam ini muncul sebagai akibat adanya infeksi pada paru-paru.  Infeksi tersebut memicu antibodi pada sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh akan melakukan penyerangan terhadap infeksi. Kondisi itulah yang menyebabkan demam dan juga menggigil.

Batuk Kering atau Batuk Berdahak

Kebanyakan kasus dari penderita pneumonia menunjukan gejala batuk berdahak sebagai gejala yang lebih sering muncul. Biasanya dahak akan berwarna kuning atau hijau dan disertai dengan darah.

Nyeri pada Persendian

Seperti yang kita tahu, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Infeksi itu juga menyerang area persendian sehingga nyeri sendi akan muncul sebagai akibat adanya infeksi pada tubuh penderita pneumonia.

Sesak Napas

Karena penderita pneumonia memiliki kondisi paru-paru dengan kantung-kantung kecil di dinding paru-paru terisi dengan cairan dan dalam keadaan membengkak. Kondisi itu akan menghambat masuknya oksigen kedalam paru-paru. Sehingga, penderita paru-paru biasanya akan mengalami sesak napas dan tersengal-sengal ketika bernafas.

Dada Terasa Sakit Ketika Menarik Napas Dalam atau Ketika Batuk

Akibat paru-paru yang terinfeksi, dada penderita pneumonia biasanya akan terasa sakit ketika digunakan untuk menarik napas dalam atau batuk. Infeksi tersebut akan menyerang paru-paru dan menyebabkan rasa nyeri.

Detak Jantung Lebih Cepat

Penderita pneumonia sudah tentu akan memiliki jumlah oksigen yang relatif sedikit dalam tubuhnya. Kondisi itu membuat jantung harus bekerja lebih keras lagi untuk menyebarkan oksigen dalam jumlah yang terbatas keseluruh tubuh. Akibatnya, jantung akan akan berdetak lebih cepat sebagai uapayanya untuk menyebarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Penurunan Suhu Tubuh

Demam merupakan gejala pneumonia yang paling sering dialami oleh anak-anak. Pada orang-orang yang berusia lanjut (biasanya di atas usia 65 tahun), penurunan suhu tubuh ini merupakan gejala yang sering menandakan penyakit pneumonia. Muncul akibat kurangnya kadar oksigen di dalam sehingga tubuh mengalami hipotermia.

Penyebab Pneumonia

Secara umum, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun dalam beberapa kasus pneumonia juga bisa disebabkan oleh infeksi virus. Pneumonia berkembang melalui aliran darah. Namun kebanyakan kasus menunjukan bahwa pneumonia masuk dalam tubuh melalui aliran udara yang dihirup oleh penderita. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan pneumonia yaitu:

Pneumonia yang Disebabkan oleh Bakteri

Orang dewasa yang mengalami pneumonia biasanya akan disebabkan oleh sejenis bakteri yang menginfeksi paru-parunya. Bakteri tersebut bernama Streptococcus Pneumoniae. Masih ada jenis bakteri lainnya yang menyebabkan pneumonia meskipun tergolong sangat jarang terjadi. yaitu Staphylococcus aureus, Haemophylus influenza, dan jga pneumonia mikoplasma. jenis ini biasanya lebih sering menjangkiti anak-anak dan remaja.

Pneumonia yang Disebabkan oleh Virus

Jenis virus yang paling umum sebagai penyebab pneumonia adalah virus sinsitial pernapasan (RSV) dan juga virus infuenza tipe A atau tipe B. infeksi virus ini bisa menjadi penyebab utama pneumonia pada anak-anak.

Pneumonia yang Muncul Akibat Menghirup Objek Asing

Pneumonia aspirasi merupakan jenis penyakit pneumonia yang muncul karena menghirup objek asing seperti kacang, muntahan, atau berbagai substansi berbahaya seperti asap dan juga berbagai bahan kimia.

Itu beberapa faktor yang dapat menyebabkan pneumonia. Nah sekarang siapa orang yang rentan terkena penyakit ini? Beberapa orang yang lebih berisiko terkena pneumonia ialah:

-Bayi dan anak-anak yang berusia dibawah 2 tahun.
-Orang-orang yang berusia lanjut terutama diatas 65 tahun.
-Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV, penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi, dan juga orang-orang yang baru saja sembuh dari flu.
-Orang-orang yang memiliki penyakit kronis lainnya, seperti penderita asma, fibrosis sistik, penyakit jantung, dan juga penyakit hati.

sebagian orang yang menderita penyakit di atas sangat rentan terkena pneumonia. Oleh karena itulah dalam pengobatan biasanya akan dilakukan dengan sangat berhati-hati dengan pengawasan penuh dari dokter.

Pengobatan untuk Penderita Pneumonia

Bagi penderita pneumonia yang tergolong parah biasanya harus melakukan perawatan di rumah sakit. Akan tetapi untuk penderita yang mengalami gejala yang relatif ringan biasanya akan melakkan perawatan di rumah dengan menggunakan antibiotik dari dokter.

Pengobatan dengan Rawat Inap di Rumah Sakit

Ini diperuntukkan bagi penderita pneumonia dengan gejala yang relatif parah. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik dan juga cairan melalui infus. Penanganan medis biasanya juga akkan meliputi pemberian oksigen untuk membantu pernapasan penderita. Penderita dengan sisitem pernapasan yang lemah bisa jadi akan mendapatkan perawatan menggunakan ventilator di ruang ICU.

Pengobatan Tanpa Rawat Inap

Seorang dengan pneumonia relatif ringan biasanya tidak perlu melakukan perawatan ke rumah sakit. Dokter hanya akan memberikan resep antibiotik untuk diminum penderita di rumah. Pneumonia ringan ini di tandai dengan gejala batuk yang berlangsung selama 14 hingga 21 hari setelah penderita pneumonia menghabiskan antibiotiknya. Biasanya penderita juga merasa lemas selama pengobatan. Bagi pengobatan yang dilakukan di rumah, perlu Anda perhatikan untuk segera menghubungi dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik setelah mengomsumsi dua hari antibiotik dari dokter. Jika hal seperti itu terjadi, kemungkinan pneumonia tidak muncul akibat dari infeksi bakteri, melainkan infeksi dari virus. Dalam hal ini, antibiotik tidak efektif untuk mencegahnya. Sistem kekebalan tubuhlah yang seharusnya aktif memproduksi antibodi untuk melawan virus.

Untuk mencegah dehidrasi, Anda juga perlu memperbanyak minum air putih, untuk membantu proses pemulihan fisik dan Anda juga harus banyak beristirahat. Apabila Anda memiliki kebiasaan merokok, maka Anda harus segera menghentikan kebiasaan tersebut sesegera mungkin.

Batuk adalah gejala yang muncul pada pneumonia. Tapi tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat batuk. Batuk justru akan berguna untuk membantu mengeluarkan dahak dari dalam paru-paru. Jika sampai dahak tidak dikeluarkan dari paru-paru maka kemungkinan infeksi akan bertahan lebih lama. Untuk mengurangi gejala batuk, Anda bisa  Mengkonsumsi air hangat yang dicampur dengan madu dan lemon, selain alami juga mampu meredakan batuk.

Umumnya, pneumonia tidak menular. Namun bagi Anda yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah sebaiknya menghindari penderita pneumonia sampai si penderita benar-benar membaik.

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan penyakit pneumonia dan beberapa gejala yang akan dialami bagi penderita pneumonia. Apabila Anda mengalami beberapa dari gejala tersebut segera lakukan pemeriksaan ke dokter, untuk mencegah kemungkinan anda terkena pneumonia. Dokter akan mengatasi  serta memberikan penanganan yang tepat untuk permasalahan kesehatan Anda.

apa yang lebih penting dari kesehatan? seperti kata orang sehat itu mahal, artinya kesehatan itu adalah salah satu aset penting dalam kehidupan kita. Jadi marilah kita bersama-sama menjaga kesehatan kita dari penyakit yang membahayakan tubuh kita. Dan katakan no untuk penyakit. Semoga bermanfaat!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s