PENYAKIT PARU-PARU OBSTRUKTIF KRONIS

PENYAKIT PARU-PARU OBSTRUKTIF KRONIS

Penyakit Paru Obstruktif Kronis

PPOK
Mungkin bagi sebagian orang merasa asing dengan penyakit ini, namun tanpa disadari bisa saja Anda salah satu dari pengidap penyakit tersebut. Untuk mengenal dan mencari tahu lebih dalam tentang penyakit tersebut. Nah ini adalah pengertian dari penyakit paru obstruktif kronis.

Penyakit paru obstruktif kronis atau sering disingkat PPOK adalah istilah yang digunakan untuk sejumlah penyakit yang menyerang paru-paru untuk jangka panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari dalam paru-paru sehingga akan membuat pengidap kesulitan dalam bernafas.

PPOK ini merupakan kombinasi dari dua penyakit pernafasan, yaitu bronkitis kronis dan emfisema. Bronkitis adalah infeksi pada saluran udara menuju paru-paru yang menyebabkan pembengkakkan dinding bronkus dan produksi cairan di saluran udara berlebih. Sedangkan emfisema adalah kondisi rusaknya kantung-kantung udara pada paru-paru yang terjadi secara bertahap. Kantung udara tersebut akan menggelembung dan mengempis seiring kita menarik dan menghembuskan nafas. Kelenturan kantung akan menurun apabila seseorang mengidap emfisema, akibatnya jumlah udara yang masuk akan menurun.

Setiap penyakit pasti akan muncul gejala yang berbeda-beda, ini beberapa gejala yang sering muncul pada penyakit PPOK.

Gejala-gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penyakit PPOK jarang menunjukan gejala atau tanda khusus pada saat tahap awal. Gejala-gejala penyakit ini akan muncul ketika sudah terjadi kerusakan yang signifikan pada paru-paru, umumnya selama bertahun-tahun setelah paparan. Karena itu, pengidap penyaki ini tidak menyadarinya. Sejumlah gejala PPOK yang harus diwaspadai, yaitu:

  • Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh.
  • Makin sering tersengal-sengal, bahkan ketika melakukan aktifitas yang ringan seperti memasak atau mengenakan pakaian.
  • Mengi atau nafas sesak dan berbunyi.
  • Lemas.
  • Sering mengalami infeksi paru.
  • Penurunan berat badan.

Serangan kambuhan dari penyakit PPOK terkadang bisa terjadi secara tiba-tiba dengan gejala yang lebih parah dan bahkan bisa membahayakan. Semakin lama seseorang mengidap PPOK kondisinya bisa reda dan bisa terulang lagi, gejala yang muncul juga akan semakin parah.

Apabila Anda mengalami gejala PPOK, jangan menunda untuk memeriksakannya ke dokter, segera lakukan pemeriksaannya.

Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

PPOK bisa terjadi disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap PPOK diantaranya:

  • Rokok. Pajanan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor utama penyebab PPOK dan sejumlah penyakit pernafasan lainnya. Diperkirakan satu dari empat orang perokok aktif menidap PPOK.
  • Pajanan polusi udara, Contohnya asap kendaraan bermotor, debu, atau bahan kimia.
  • Usia. PPOK juga akan berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala penyakit ini pada umumnya muncul saat pegidap berusia 35 hingga 40 tahun.
  • Faktor keturunan. Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang mengidap PPOK, Anda juga memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama.

Diagnosis Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Dokter umumnya mendiagnosis PPOK dengan menanyakan gejala-gejala yang dialami, memeriksa kondisi fisik fasien, dan melakukan tes pernapasan. Pemeriksaan fisik termasuk bunyi tarikan napas melalui stetoskop dan indeks massa tubuh. Riwayat merokok Anda juga akan dipertanyakan.

Tes pernapasan akan dilakukan dengan spirometer(pemeriksaan spirometri), yaitu alat yang digunakan untuk mengukur fungsi paru melalui hembusan napas pada mesin. Ada dua jenis hembusan napas yang akan diukur, yaitu hembusan napas cepat dalam satu detik dan jumlah total hembusan napas panjang hingga habis dari paru-paru.

Apabila diperlukan, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan yang lebih detail seperti:

  • Tes darah untuk menghapus adanya kemungkinan penyakit lain, seperti anemia yang kadang juga menyebabkan sesak napas.
  • Rontgen paru-paru. Tingkat keparahan efisema serta gangguan paru dapat diperiksa melalu prosedur ini.
  • CT scan untuk meneliti kondisi paru paru Anda.
  • Elektrokardiogram(EKG) dan ekokardiogram untuk memeriksa kondisi jantung.
  • Pengambilan sample dahak.Diagnosis secara dini akan memungkinkan Anda untuk menjalani pengobatan secepat mungkin sehingga perkembangan PPOK bisa dihambat.

    Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

    Sampai saat ini, PPOK termasuk penyakit yang belum bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit tersebut.

    Meski demikian, Anda tidak peru khawatir, karena dengan kombinasi pengobatan yang tepat akan memungkinkan Anda untuk menjalani hidup dengan lebih baik. Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan meliputi:

  • Berhenti merokok atau menghindari pajanan asap rokok. ini langkah utama untuk memastikan agar PPOK tidak bertambah parah.
  • Menggunakan obat-obatan. Misalnya, inhaler(obat hirup) jenis pereda gejala atau inflamasi saluran pernapasan, tablet teofilin yang akan melebarkan saluran pernapasan, tablet mukolitik(pengencer dahak dan infus), tablet antibiotik, serta tablet steroid.
  • Terapi untuk paru-paru, misalnya nebulisasi(mesin yang menyemprotkan uap cairan steril yang telah dicampur dengan obat-obatan pernapasan) dan terapi oksigen.
    Program rehabilitasi paru paru berupa latihan fisik yang biasa dijalani selami kira-kira 1,5 bulan. Dalam program tersebut, pengidap akan diajari cara untuk mengendalikan gejala serta berbagai pengetahuan tentang PPOK.Ada juga beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk menghambat bertambahnya kerusakan pada baru-paru. Yaitu:
  • Menggunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter. Jangan berhenti meski kondisi Anda terasa baik tanpa ada anjuran dari dokter.
  • Memeriksa diri secara rutin ke dokter agar kondisi Anda bisa dipantau.
  • Menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan yang sehat dan rutin melakukan olahraga.
  • Menghindari polusi udara, contohnya asap rokok serta asap kendaraan.
  • Menjalani vaksinasi secara rutin, contohnya vaksin flu dan vaksin pneumokokus.

    Selain melakukan pengobatan di atas ada solusi lain bagi Anda yang memderita penyakit PPOK. Cordyceps Plus Capsule Green Word Obat herbal alami yang dapat mengatasi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Cordyceps Plus Capsule Green Word ini sudah terbukti khasiat dan keajaibannya.

    itulah informasi tentang PPOK. Smoga tidak ada lagi orang yang menderita penyakit tersebut. Usahakan lakukan pemeriksaan secara rutin agar Anda dapat mengontrol kesehatan tubuh Anda. Semoga bermanfaat.

    Jangan lupa baca artikel lainnya!!
    Cara mengatasi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Advertisements

10 Cara Mengatasi Penyakit Obstruktif Kronis(PPOK)

Ada penyakit, penyebab, faktor yang terjadi dan tentunya ada cara untuk mengatasinya. Nah setelah Anda mengetahui penyebab dan faktor yang terkait penyakit PPOK, ini adalah cara untuk mengatasi penyakit PPOK.

Obat Herbal

10 Cara Mengatasi Penyakit Obstruktif Kronis(PPOK)

Menurut Pusat Pengendaliaan dan Pencegahan Penyakit, PPOK adalah penyebab kematian ketiga di dunia. Kemungkinan terbesar yang terserang adalah pria dari pada wanita. Penyebab utama PPOK ialah rokok.

Awalnya, penyakit ini tidak menunjukan gejala atau hanya gejala ringan. Namun dengan seiring waktu , gejala mungkin termasuk batuk terus-menerus yang menghasilkan banyak lendir, sesak nafas, mengi, sesak dada, kekurangan energi dan penurunan berat badan. Mereka dengan penyakit ini juga rentan terkena pilek dan flu.

Apabila tidak dikendalikan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi kesehatan lainnya seperti infeksi pernapasan, tekanan darah tinggi, masalah jantung, kanker paru-paru dan depresi.

Meski demikian, dengan perubahan gaya hidup yang lebih baik, obat-obatan dan melakukan pengobatan rumah sederhana, Anda dapat mengontrol gejala dan meminimalkan kerusakan lebih lanjut. Berikut 10 cara untuk mengatasi PPOK.

Behenti merokok

Itu adalah langkah utama yang harus Anda lakukan, karena apabila Anda menderita PPOK, berhenti merokok dapat membantu mengelola kondisi Anda dan bisa meningkatkan kualitas hidup Anda. Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya dan racun yang apabila dihirup akan mempengaruhi paru-paru. Seiring waktu, racun itu akan menyebabkan iritasi pada paru-paru yang abnormal, dan akan timbul PPOK.

Hindari polusi

Anda juga harus membatasi ekspos terhadap iritasi paru-paru umum, seperti asap rokok, polusi udara lainnya. Debu, serbuk sari, asap, bulu hewan, dan bahan kimia dari produk pembersih, cat atau tekstil juga dapat menyebabkan masalah ini muncul. Bahkan wewangian yang selalu digunakan dalam penyegar udara memancarkan bahan kimia beracun yang buruk bagi paru-paru Anda.

Hindari cuaca ekstrem

Bahkan sedikit perubahan cuaca atau suhu pun dapat memicu gajala PPOK, seperti sesak napas, batuk dan produksi dahak. Apakah itu sangat panas dan lembab atau sangat dingin, Anda harus sangat berhati-hati karena setiap cuaca membawa sendiri masalah bagi pernapasan. Jelas tidak mungkin untuk mengontrol iklim diluar, tapi Anda bisa mengatur suasana dalam ruangan Anda.

Hindari infeksi saluran pernafasan

Karena kerusakan terhadap paru-paru, orang yang mengidap PPOK lebih rentan terjadi infeksi bakteri dan virus. Bakteri berbahaya dan virus menyebabkan gangguan pada lapisan saluran udara, yang menyebabkan peradangan dan masalah pernapasan. Plus, mereka dapat menyebabkan komplikasi serius pada orang yang menderita penyakit paru-paru.

Latihan pernapasan

Latihan pernapasan ini dapat membantu meningkatkan pernapasan pada orang yang menderita PPOK. Mengerutkan bibir saat melakukan pernapasan dan pernapasan diafragma sangat membantu dalam hal ini. Mengerucutkan bibir saat pernapasan adalah latihan sederhana untuk mengontrol sesak napas. Hal ini juga mendorong relaksasi, mengurangi kecemasan dan membuatnya lebih mudah untuk bernapas normal.

Olahraga teratur

Anda mungkin merasa sulit untuk melakukan olahraga dengan gejala PPOK, akan tetapi latihan fisik secara teratur dapat memperkuat otot-otot untuk membantu Anda bernapas dengan benar dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Pola makan yang sehat

Apabila Anda memiliki COPD, Anda harus mengikuti pola makan yang sehat untuk mengelola gejala dan mempertahankan berat badan yang normal atau tepat. Termasuk makanan protein rendah lemak. Makan makanan yang kaya asam Lemak Omega-3 atau mengambil suplemen setelah berkonsultasi dengan dokter Anda. Asam Lemak Omega-3 juga dapat mengurangi peradangan dan membantu meningkatkan pernapasan Anda.

Minum banyak air

Bila menderita PPOK, Anda harus minum banyak cairan sepanjang hari. Selain untuk menjaga Anda agar tidak dehidrasi, itu juga akan menjaga Anda terhindar dari penumpukan lendir di saluran pernapasan sehingga Anda dapat bernapas dengan baik.

Vitamin D

Orang dengan penyakit PPOK cenderung memiliki kadar rendah vitamin D dalam tubuh mereka. Padahal vitamin sangat penting untuk melindungi tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri. Hal ini juga mengurangi senyawa dalam tubuh yang merusak jaringan dan membantu fungsi paru-paru.

Akupunktur dan akupresur

Akupunkur dan akupresur adalah pengobatan tradisional cina yang dapat membantu mengelola gejala dari PPOK. Dalam akupunkur jarum yang sangat tipis digunakan pada titik-titik akupresur yang terletak di sepanjang meridian dalam tubuh Anda. Dalam akupresur, tekanan diberikan pada titik-titik bukan dengan jarun melainkan jari.

Terdapat juga obat herbal alami Cordyceps Plus Capsule Green Word. dengan keampuhannya dapat mengatasi penyakit PPOK.

itu dalah beberapa informasi tentang penyakit PPOK, semoga dapat bermanfaat. Dan selalu ingatlah dengan pepatah ini lebih baik mencegah dari pada mengobati, dan lebih baik memperlambat penyakitnya dari pada membiarkannya.

9 Gejala Pneumonia, Penyebab dan Pengobatan Pneumonia

9 Gejala Pneumonia, Penyebab dan              Pengobatan Pneumonia

Menurut data dari WHO, pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar pada anak-anak. Diperkirakan ada 1,1 juta anak di dunia yang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit pneumonia ini. Sementara itu, Indonesia menduduki peringkat ke 8 pada tingkat kematian anak-anak akibat dari penyakit pneumonia ini. Dan pada tahun 2008, pneumonia telah merenggut nyawa anak-anak sebanyak 38.000 jiwa. Lindungi anak-anak Anda dari penyakit pneumonia dan kenali gejala-gejala pneumonia dibawah ini!

Gejala Pneumonia

Gejala Pneumonia

Gejala dari penyakit pneumonia biasa muncul secara tiba-tiba atau secara perlahan-lahan dalam waktu beberapa hari.  Beberapa gejala yang muncul pada penderita pneumonia ialah:

Sakit Kepala

Gejala ini merupakan gejala yang paling umum yang dialami oleh penderita pneumonia pada usia anak-anak hingga dewasa. Ini terjadi karena kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh relatif kurang sehingga suplai oksigen ke otak juga tidak normal. Sebaiknya bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit ini segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter.

Mual dan Muntah

Kondisi ini biasanya muncul sebagai akibat dari penurunan nafsu makan yang dialami oleh penderita pneumonia. Ketika nafsu makan turun, maka lambung dan sistem pencernaan lainnya akan mengalami gangguan. Akibatnya,  Produksi asam lambung juga akan meningkat sehingga muncul rasa mual dan muntah.

Demam

Demam ini muncul sebagai akibat adanya infeksi pada paru-paru.  Infeksi tersebut memicu antibodi pada sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh akan melakukan penyerangan terhadap infeksi. Kondisi itulah yang menyebabkan demam dan juga menggigil.

Batuk Kering atau Batuk Berdahak

Kebanyakan kasus dari penderita pneumonia menunjukan gejala batuk berdahak sebagai gejala yang lebih sering muncul. Biasanya dahak akan berwarna kuning atau hijau dan disertai dengan darah.

Nyeri pada Persendian

Seperti yang kita tahu, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Infeksi itu juga menyerang area persendian sehingga nyeri sendi akan muncul sebagai akibat adanya infeksi pada tubuh penderita pneumonia.

Sesak Napas

Karena penderita pneumonia memiliki kondisi paru-paru dengan kantung-kantung kecil di dinding paru-paru terisi dengan cairan dan dalam keadaan membengkak. Kondisi itu akan menghambat masuknya oksigen kedalam paru-paru. Sehingga, penderita paru-paru biasanya akan mengalami sesak napas dan tersengal-sengal ketika bernafas.

Dada Terasa Sakit Ketika Menarik Napas Dalam atau Ketika Batuk

Akibat paru-paru yang terinfeksi, dada penderita pneumonia biasanya akan terasa sakit ketika digunakan untuk menarik napas dalam atau batuk. Infeksi tersebut akan menyerang paru-paru dan menyebabkan rasa nyeri.

Detak Jantung Lebih Cepat

Penderita pneumonia sudah tentu akan memiliki jumlah oksigen yang relatif sedikit dalam tubuhnya. Kondisi itu membuat jantung harus bekerja lebih keras lagi untuk menyebarkan oksigen dalam jumlah yang terbatas keseluruh tubuh. Akibatnya, jantung akan akan berdetak lebih cepat sebagai uapayanya untuk menyebarkan oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Penurunan Suhu Tubuh

Demam merupakan gejala pneumonia yang paling sering dialami oleh anak-anak. Pada orang-orang yang berusia lanjut (biasanya di atas usia 65 tahun), penurunan suhu tubuh ini merupakan gejala yang sering menandakan penyakit pneumonia. Muncul akibat kurangnya kadar oksigen di dalam sehingga tubuh mengalami hipotermia.

Penyebab Pneumonia

Secara umum, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun dalam beberapa kasus pneumonia juga bisa disebabkan oleh infeksi virus. Pneumonia berkembang melalui aliran darah. Namun kebanyakan kasus menunjukan bahwa pneumonia masuk dalam tubuh melalui aliran udara yang dihirup oleh penderita. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan pneumonia yaitu:

Pneumonia yang Disebabkan oleh Bakteri

Orang dewasa yang mengalami pneumonia biasanya akan disebabkan oleh sejenis bakteri yang menginfeksi paru-parunya. Bakteri tersebut bernama Streptococcus Pneumoniae. Masih ada jenis bakteri lainnya yang menyebabkan pneumonia meskipun tergolong sangat jarang terjadi. yaitu Staphylococcus aureus, Haemophylus influenza, dan jga pneumonia mikoplasma. jenis ini biasanya lebih sering menjangkiti anak-anak dan remaja.

Pneumonia yang Disebabkan oleh Virus

Jenis virus yang paling umum sebagai penyebab pneumonia adalah virus sinsitial pernapasan (RSV) dan juga virus infuenza tipe A atau tipe B. infeksi virus ini bisa menjadi penyebab utama pneumonia pada anak-anak.

Pneumonia yang Muncul Akibat Menghirup Objek Asing

Pneumonia aspirasi merupakan jenis penyakit pneumonia yang muncul karena menghirup objek asing seperti kacang, muntahan, atau berbagai substansi berbahaya seperti asap dan juga berbagai bahan kimia.

Itu beberapa faktor yang dapat menyebabkan pneumonia. Nah sekarang siapa orang yang rentan terkena penyakit ini? Beberapa orang yang lebih berisiko terkena pneumonia ialah:

-Bayi dan anak-anak yang berusia dibawah 2 tahun.
-Orang-orang yang berusia lanjut terutama diatas 65 tahun.
-Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV, penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi, dan juga orang-orang yang baru saja sembuh dari flu.
-Orang-orang yang memiliki penyakit kronis lainnya, seperti penderita asma, fibrosis sistik, penyakit jantung, dan juga penyakit hati.

sebagian orang yang menderita penyakit di atas sangat rentan terkena pneumonia. Oleh karena itulah dalam pengobatan biasanya akan dilakukan dengan sangat berhati-hati dengan pengawasan penuh dari dokter.

Pengobatan untuk Penderita Pneumonia

Bagi penderita pneumonia yang tergolong parah biasanya harus melakukan perawatan di rumah sakit. Akan tetapi untuk penderita yang mengalami gejala yang relatif ringan biasanya akan melakkan perawatan di rumah dengan menggunakan antibiotik dari dokter.

Pengobatan dengan Rawat Inap di Rumah Sakit

Ini diperuntukkan bagi penderita pneumonia dengan gejala yang relatif parah. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik dan juga cairan melalui infus. Penanganan medis biasanya juga akkan meliputi pemberian oksigen untuk membantu pernapasan penderita. Penderita dengan sisitem pernapasan yang lemah bisa jadi akan mendapatkan perawatan menggunakan ventilator di ruang ICU.

Pengobatan Tanpa Rawat Inap

Seorang dengan pneumonia relatif ringan biasanya tidak perlu melakukan perawatan ke rumah sakit. Dokter hanya akan memberikan resep antibiotik untuk diminum penderita di rumah. Pneumonia ringan ini di tandai dengan gejala batuk yang berlangsung selama 14 hingga 21 hari setelah penderita pneumonia menghabiskan antibiotiknya. Biasanya penderita juga merasa lemas selama pengobatan. Bagi pengobatan yang dilakukan di rumah, perlu Anda perhatikan untuk segera menghubungi dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik setelah mengomsumsi dua hari antibiotik dari dokter. Jika hal seperti itu terjadi, kemungkinan pneumonia tidak muncul akibat dari infeksi bakteri, melainkan infeksi dari virus. Dalam hal ini, antibiotik tidak efektif untuk mencegahnya. Sistem kekebalan tubuhlah yang seharusnya aktif memproduksi antibodi untuk melawan virus.

Untuk mencegah dehidrasi, Anda juga perlu memperbanyak minum air putih, untuk membantu proses pemulihan fisik dan Anda juga harus banyak beristirahat. Apabila Anda memiliki kebiasaan merokok, maka Anda harus segera menghentikan kebiasaan tersebut sesegera mungkin.

Batuk adalah gejala yang muncul pada pneumonia. Tapi tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat batuk. Batuk justru akan berguna untuk membantu mengeluarkan dahak dari dalam paru-paru. Jika sampai dahak tidak dikeluarkan dari paru-paru maka kemungkinan infeksi akan bertahan lebih lama. Untuk mengurangi gejala batuk, Anda bisa  Mengkonsumsi air hangat yang dicampur dengan madu dan lemon, selain alami juga mampu meredakan batuk.

Umumnya, pneumonia tidak menular. Namun bagi Anda yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah sebaiknya menghindari penderita pneumonia sampai si penderita benar-benar membaik.

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan penyakit pneumonia dan beberapa gejala yang akan dialami bagi penderita pneumonia. Apabila Anda mengalami beberapa dari gejala tersebut segera lakukan pemeriksaan ke dokter, untuk mencegah kemungkinan anda terkena pneumonia. Dokter akan mengatasi  serta memberikan penanganan yang tepat untuk permasalahan kesehatan Anda.

apa yang lebih penting dari kesehatan? seperti kata orang sehat itu mahal, artinya kesehatan itu adalah salah satu aset penting dalam kehidupan kita. Jadi marilah kita bersama-sama menjaga kesehatan kita dari penyakit yang membahayakan tubuh kita. Dan katakan no untuk penyakit. Semoga bermanfaat!!

PNEUMONIA

PNEUMONIA

Apa itu pneumonia?

Pengertian Pneumonia

Penyakit Pneumonia

Pneumonia adalah istilah medis yang menggambarkan sebuah penyakit pada paru-paru yang dapat terjadi ringan hingga serius dan mengancam jiwa. Pneumonia paling serius jika terjadi pada bayi dan anak-anak, orang tua diatas usia 65 tahun, dan orang-orang dengan masalah kesehatan yang mendasarinya atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ditinjau dari definisi, pneumonia juga dapat diartikan sebagai infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedus paru-paru, lebih tepatnya peradangan itu terjadi pada kantung udara(alveolus, jamak: alveoli). Kantung udara akan terisi cairan atau nanah, sehingga menyebabkan sesak nafas, batukberdahak, demam, menggigil, dan kesulitan bernafas. Infeksi tersebut disebabkan oleh berbagai organisme, termasuk bakteri, virus, dan jamur.

Gejala Pneumonia

Tanda-tanda dan gejala dari pneumonia bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat, itu tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab, usia penderita dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Tanda-tanda dan gejala dari pneumonia yang ringan sering kali mirip dengan flu atau common cold(sakit demam, batuk, pilek), yang tak kunjung sembuh atau bertahan lama.

Ciri-ciri pneumonia diantaranya:

– Demam, berkeringat dan menggigil.
– Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang di atas usia 65 tahun.
– Batuk berdahak tebal dan kental (lengket).
– Nyeri dada saat bernafas dalam atau ketika batuk.
– Sesak napas (nafas cepat).
– Kelelahan dan nyeri otot.
– Mual, muntah atau diare.
– Sakit kepala.

Penyebab Pneumonia

Ada banyak sekali kemungkinan penyebab pneumonia, namun yang paling sering adalah karena infeksi bakteri dan virus dari udara yang kita hirup. Klasifkasi pneumonia didasarkan pada jenis kuman penyebabnya itu, dan dimana seseorang mendapatkannya.

Berikut ini penyebab pneumonia beserta klasifikasinya:

Community-acquired pneumonia
Pneumonia komunitas ini adalah jenis pneumonia yang terbanyak. Terjadi di tengah-tengah masyarakat artinya diluar rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, jenis ini disebabkan oleh:

Virus, termasuk juga beberapa jenis virus yang menyebabkan pilek dan flu. Virus adalah penyebab pneumonia pada anak yang paling sering terjadi pada anak usia  dibawah 2 tahun. Viral pneumonia biasanya ringan. Akan tetapi radang paru-paru yang disebabkan oleh virus influenza tertentu dapat menyebabkan sindrom pernafasan akut (SARS), bisa menjadi sangat serius.

Bakteri,  seperti Streptococcus pneumoniae dapat terjadi dengan sendirinya (secara langsung) atau setelah mengalami flu atau batuk pilek sebagai komplikasinya. Bakteri lain, seperti Mycoplasma pneumoniae, biasanya menimbulkan gejala yang lebih ringan dari jenis lainnya.

Jamur, biasa terdapat di tanah dan kotoran burung. Ini merupakan jenis pneumonia yang paling sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti HIV-AIDS dan pada orang yang telah menghirup organisme penyebab dalam jumlah besar.

Hospital-acquired pneumonia
Pneumonia yang didapat dari rumah sakit adalah infeksi yang terjadi pada orang yang dirawat dirumah sakit selama 48 jam atau lebih karena penyakit lainnya. Pneumonia ini bisa lebih serius karena biasanya bakteri penyebab lebih resisten (kebal) terhadap antibiotik.

Health care-acquired pneumonia
Perawatan kesehatan pneumonia adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang atau telah dirawat di klinik rawat jalan, termasuk pusat-pusat dialisis ginjal.

Pneumonia aspirasi
Terjadi ketika seseorang menghirup makanan, minuman, muntahan atau air liur masuk ke dalam paru-paru.

Pengobatan Pneumonia

Ada beberapa jenis pengobatan yang dilakukan, tergantung pada jenis pneumonianya (penyebabnya) dan tingkat keparahannya, sehingga ada yang hanya perlu dirawat jalan, tapi beberapa perlu perawatan inap di rumah sakit atau klinik.

Mengobati pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri
Antibiotik digunakan untuk mengobati jenis pneumonia ini. Yang harus diberika dengan pengarahan. Apabila antibiotik berhenti sebelum pengobatan selesai, pneumonia dapat kambuh kembali. Kebanyakan pasian membaik setelah 1-3 hari pengobatan.

Mengobati pneumonia yang disebabkan infeksi virus
Dalam kasus ini antibiotik tidak akan berguna jika virus adalah penyebab pneumonia. Akan tetapi obat antivirus dapat membantu mengatasi kondisi tersebut. Gejalanya bisa membaik dalam waktu satu sampai tiga minggu.

Pencegahan Pneumonia

Jangan merasa cemas akan penyakit pneumonia ini karena penyakit pneumonia dapat dicegah yaitu dengan vaksinasi terhadap bakteri penyebab pneumonia dan vaksin influenza. Hal ini sangat penting bagi mereka yang berisiko tinggi seperti orang dengan diabetes, asma, dan masalah kesehatan lainnya yang parah atau kronis. Disamping itu pula Anda harus menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan, tidak merokok, serta istirahat cukup dan diet sehat untuk menjaga kondisi daya tahan tubuh Anda.